Minggu, 19 April 2009

Peluang Jadi Jutawan Kerang di Pantai Panimbang

Oleh: Endan Suwandana, ST., M.Sc.

Dimuat: Buletin Samudera Biru Edisi IV/2008: http://www.dkp-banten.go.id/berita/07/feb07-fishbiz.pdf

Siapa sangka kalau uang yang kita miliki dapat berlipat jumlahnya hanya dalam dalam waktu 1 tahun berkat kerang hijau. Hasil analisa ekonomi menunjukan bahwa hanya dengan ongkos produksi (biaya tetap + biaya variable) sebesar Rp. 14 juta per unit bagan tancap, akan diperoleh pemasukan kotor sebesar Rp. 26 juta. Setelah dikalkulasi dengan parameter lain termasuk modal dan pajak, maka keuntungan bersih yang dapat diraih adalah Rp. 10 juta/unit/tahun. Jadi, siapapun anda yang memiliki uang Rp 14 juta saja, dapat segera ikut serta menjadi pengusaha. Bayangkan, kalau anda memiliki 10 unit saja, maka Rp 100 juta/tahun sudah ada di depan mata.

Sebagian besar kita sudah mengenal bahwa Panimbang adalah salah satu pusat kekerangan di Provinsi Banten. Kapan pun kita membutuhkan kerang, tinggal datang saja ke Panimbang, maka kita akan mendapatkan kerang segar dari spesies kerang darah (Anadara sp) yang dijajakan di pinggir jalan 24 jam sehari. Kerang ini hampir tidak mengenal musim, karena tersedia hampir setiap hari di Panimbang sepanjang tahun. Bedanya, kalau sedang musim kerang jumlah produksinya lebih banyak dan ukuran kerangnya relatif lebih besar.

Tidak hanya kerang darah, Pantai Panimbang juga menyimpan potensi yang sangat besar akan kerang hijau (Perna viridis). Tinggal tancapkan rak-rak bambu yang digantungi sejumlah kolektor, maka kolektor itu akan dipenuhi oleh benih-benih kerang hijau yang menempel. Bak serbuk sari yang tertiup angin, jutaan benih-benih (spat) kerang itu disemburkan oleh induk-induk kerang yang tersedia secara alami di Pantai Panimbang. Spat berukuran milimeter itu selanjutnya mencari media untuk menempel. Didukung oleh perairan yang jernih dengan kualitas air yang sangat baik dan jauh dari kawasan industri, maka potensi pengembangan kerang di Panimbang akan menghasilkan kerang dengan kualitas tinggi, apalagi jika sedikit saja dikemas maka sudah memenuhi standar kualias ekspor (export quality).

Kebutuhan pasar akan produk kekerangan selalu terbuka besar. Berapapun jumlah yang diproduksi selalu siap diterima oleh pasar di Jakarta. Itu baru untuk mencukupi pasar domestik. Sementara pasar luar negeri sampai saat ini relatif belum tersentuh. Padahal kebutuhan negara- negara maju seperti Amerika, Jepang dan Uni Eropa akan protein hewani kerang sangat tinggi.

Sistem usaha ini dapat dilakukan sendiri-sendiri oleh para investor, atau dapat pula bekerjasama dengan kelompok masyarakat pembudidaya kerang hijau di Panimbang. Bahkan bisa saja berkolaborasi dan meminta advokasi langsung dari para teknisi kerang hijau DKP Prov. Banten (sarjana perikanan) yang saat ini ditempatkan di lokasi Depurasi (Instalasi Pencucian Kerang) milik DKP Prov. Banten di Panimbang. Tugas mereka memang melakukan pembinaan, pengawasan, quality control, dan advokasi teknis untuk budidaya kerang hijau di Panimbang.

Bisnis itu cenderung memiliki resiko usaha yang sangat kecil, karena pembenihan telah disediakan sendiri oleh alam, sebagai karunia Allah SWT. Bahkan kita pun tidak perlu memikirkan pakan, karena pakan kerang ini juga telah disediakan oleh alam. Titik kritis usaha ini hanyalah terdapat pada tahap pembesaran saja. Berbeda dengan usaha budidaya perikanan lain, dimana titik kritis hampir terdapat pada setiap tahapan, mulai dari pembenihan, pemberian pakan, pembesaran, kualitas air, penyakit, bahkan masih mungkin terkena resiko banjir, dll. Adapun dalam budidaya kerang ini, upaya kita hanyalah menyediakan rak-rak kolektor untuk menempel, mengawasinya sampai besar, dan selanjutnya panen. Relatif mudah kan? Jadi, tunggu apa lagi!

Ciptakan Cluster Industri Kekerangan di Pantai Panimbang

Dalam RPJMD Provinsi Banten 2007-2012 yang saat ini masih terus digodok, revitalisasi kawasan dan penciptaan ekonomi regional merupakan bagian terpenting dari visi pembangunan Provinsi Banten. Sistem pembangunan yang sering dikenal dengan istilah pembangunan cluster system ini merupakan strategi penciptaan kawasan ekonomi regional yang memanfaatkan keunggulan ekonomi lokal berbasis sumberdaya alam dan manusia.

Tak heran jika DKP Provinsi Banten memiliki obsesi mengembangkan Kawasan Industri Kekerangan yang telah diinisiasi dengan pembangunan instalasi pencucian kerang (depurasi) di Kec. Panimbang. Sentra industri kekerangan ini akan melibatkan seluruh komponen produksi mulai dari pembudidayaan kerang hijau, pengepakan sampai pengolahan dengan menggunakan teknologi tepat guna yang higienis meliputi small scale home industries. Sebenarnya bukan tidak mungkin industri skala besar pun dapat berkembang disini, mulai dari budidaya, pengepakan sampai pengolahan. Namun tentu para investor kelas tersebut membutuhkan pembuktian yang cukup meyakinkan bahwa sumberdaya kerang di lokasi tersebut memang layak dan cukup tersedia. Untuk itu pembuktian tersebut perlu dilakukan oleh small scale industries terlebih dahulu.

Instalasi Depurasi adalah modal awal yang sangat penting bagi terciptanya kawasan industri kekerangan di Provinsi Banten. Depurasi adalah sebuah intalasi standar yang dibangun untuk menjawab keraguan pasar luar negeri akan kualitas dan kebersihan produk kekerangan. Pasar domestik mungkin tidak terlalu memperhatikan sisi kualitas dan higienitas produk kerang ini. Namun bagi pasar mancanegara, hal itu merupakan prasyarat mutlak. Untuk itu, Pembangunan Instalasi Depurasi di Kec. Panimbang merupakan signal bahwa kawasan ini bukan hanya ditujukan untuk pasar domestik, tapi memang sengaja diciptakan untuk membuka prospek pasar luar negeri.

Untuk menuju ke sana, maka pertama sekali kita harus menciptakan produk kerang untuk pasar dalam negeri yang berkualitas ekspor. Saat ini kita masih sulit mendapatkan produk kerang, baik yang segar (fresh clams) maupun produk dingin (frozen clams) di supermarket-supermarket di kota besar, apalagi di kota-kota kecil. Teknologi pengepakan sistem frozen perlu ditularkan kepada masyarakat untuk mulai menjual produk tersebut ke supermarket di kota besar. Produksi kerang berkualitas tinggi ini merupakan langkah awal menuju ekspor, karena dari pasar domestik inilah kita belajar untuk memenuhi pasokan dengan kualitas standar terjamin dengan jumlah produksi yang kontinyu. Apabila dua hal tersebut telah dapat dijaga secara profesional, maka tak tertutup kemungkinan pasar mancanegara akan segera melirik.

Saat ini yang masyarakat pembudidaya kerang bersama-sama dengan DKP Provinsi Banten yang didukung oleh para teknisi yang betugas di instalasi depurasi perlu membuktikan standar kualitas dan kontinuitas produksi tersebut dengan dana-dana bantuan dari pemerintah sebagai trigger(pemicu) dan stimulator (perangsang) bagi para investor untuk menanamkam kapitalnya di Panimbang. Tanpa pembuktian itu, mustahil tingkat kepercayaan (level of confidence) dari para investor untuk terjun ke dunia kekerangan ini akan segera terwujud.

DKP Provinsi Banten harus terus membina dan mengembangkan Manajemen Produksi, Manajemen Mutu dan Manajemen Pemasaran yang profesional. Perlu dirancang target produksi yang terencana muali dari pemenuhan pasar sekitar kawasan budidaya, kemudian pasar regional se-provinsi Banten, lalu pasar nasional di Jabodetabek dan barulah menuju pasar internasional. Mudah-mudahan usaha ini pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja.**)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar